Kamis, 08 Oktober 2009

peluk....

hari ni waktunya kami untuk benar2 berpisah...
pati dan lampung. entah kapan kami akan bertemu lagi, dan entah bagaimana kami jika kami benar2 diizinkan untuk bertemu lagi. taka lelah ku menunggu saa2 kami benar2 bisa bertemu bagamanapun kondisinya saat itu.

entah angin apa yg terjadi pagi ini, dy tiba2 menanyakan kabarku. dan ternyata dy telah menungguku di tempat biasa kami berduaan, di sebuah singgasana yang kini telah diduduki oleh pasangan lain yg sedang kasmaran, ruang tv lt 5.
kami hanya duduk terdiam dengan waktu yang tak bisa ku hitung. banyak pertanyaan2 yang ku coba lontarkan untuk mencairkan suasana. tapi tanggapan yang dy berikan sangat2 minim. jika bukan "ya" dan "ngga", atau hanya anggukan dan gelengan kepala.
sakit sekali kurasa pagi tadi. lalu apa maksudnya dy memanggilku keluar kamar pagi td????
hilang sudah sabar ku saat itu, pisang tidur aja gih!!! mukanya ud nekuk gitu!!!!
dan dy hanya berkata "iy pisang ngantuk" dan pergilah iy menuju lift dan meninggalkan ku diruangan itu sendirian.
dianggap apa aku ini saat itu???

2 jam kemudian...
dy tiba2 membuka pintu kamarku,, padahal kedua orang tuaku berada didalamnya. terlihat sangat kaget kulihat wajahnya. dy mengajakku untuk duduk ditempat yang sama. keadaan kembali berulang, diam seribu bahasa. tp dy kemudian mengajakku untuk mengikutinya kelantai 6, ke kamarnya. tp apa yang terjadi dalam perjalanan ke atas????
dy memelukku, memeluk tubuhku dengan sangat erat sambil berkata terima kasih dan ku hanya bisa terdiam dan membalasnya walau hampir saja terlambat.

apalagi sebenarnya yang dy inginkan??
walaupun kumerasa gembira saat kurasakan hangatnya pelukan itu, tapi di dalam diriku, hatiku benar2 hancur...
karena ku tak kan mendapatkannya lagi...

"sadari diriku kan sendiri di dingin hari yang sepi,
tetapi apalah arti bersama, berdua namun semu semata...
tiada yang terobati di dalam peluk ini
namun rasakan semua sebelum ku kau lepas slamanya
tak juga kau paksakan inilah kejujuran
perih adanya namun ini jawabnya"
-dewi lestari (rectoverso)-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar