Rabu, 25 November 2009

jangan perhatikan aku karena belas kasihan!!!

hampir sebulan dari tulisan terakhirku..
sangat banyak kejadian yg telah terjadi. kejadian yang sebenarnya telah lama kusadari tapi tak pernah ku ketahui.

aku terlalu menutup mata dengan segala kesempurnaan yg dia miliki. dengan segala yg pernah dia berikan kepadaku.
dulu mungkin smua itu dia berikan dengan segala ketulusan yg dia miliki.
tp kenapa sekarang justru semua itu dia berikan hanya karena belas kasihan.
akupun sebenarnya telah menyadari bahwa semua itu memang sandiwara, hanya untuk menghibur hatiku.
tp aku terlalu menutup mata.
sekarang bukan hanya dia yg memperlakukanku baik karena belas kasihan, tapi..
semua orang yg mengenalku
semua orang yg mengetahui ceritaku
semua orang yg berada di lingkunganku saat ini

dia meninggalkan ku karena seseorang
seseorang yg jg temanku
ku memang tak behak untuk merasakan sakit hati
tp ku hanya tak ingin dibelaskasihani

aku yakin aku masih kuat
aku yakin aku akan slalu kuat

tinggalkan aku jika itu memang yg kau inginkan
lupakan aku dengan segala kenangan
jangan pernah perhatikan aku dengan iba

Jumat, 06 November 2009

bis damri

pagi tadi terasa seperti pagi-pagi sebelumnya..
dengan rutinitas yg sama jg..
bangun, mandi, sholat, sedikit touch-up dan berangkat ke kantor.
yg tidak biasa kali ini, diriku tidak mendapatkan tumpangan seperti biasanya karena aku terlambat.
akupun berangkat dengan bis, bis damri lebih tepatnya.
kendaraan tiga pintu dengan jendela kaca hampir diseluruh permukaannya.
perjalanan yg seharusnya hanya 10 menit terasa seperti 3 jam, bahkan terasa seharian.
karena saat itu pikiran ku melayang, melayang sangat jauh, melayang kembali ke tanggal 15 agt 2009. tanggal paling hebat yg aku jalani bersamanya.

dia..
dia bukan orang biasa
bukan orang yg berasal dari keluarga pas-pasan seperti aku.
dia..
dia yg selalu dikelilingi kemewahan
yg tdk pernah mengenal kata "angkutan umum"

tp tak tau mengapa pd tanggal itu dia memaksa untuk ikut pergi dengan ku,
dengan pikirannya utk berlibur ditengah rutinitas yg kami jalani sepanjang pendidikan.
berlibur..
berlibur di bandung..

awalnya aku ragu untuk mengajaknya pergi dengan bis, karena aku baru mengetahui bahwa dy bukan tipe orang dengan angkutan yg biasa aku tumpangi.
aku takut dengan segala ketidaknyamanan yg akan dy peroleh di bis nantinya.
tp dy tetap memaksa untuk tetap berangkat,
berangkat dengan "cara" ku.

banyak kejadian aneh yg terjadi selama 3 jam perjalanan.
ku pikir dy yg tidak akan nyaman selama perjalanan itu,
tp justru dy yg selalu berusaha untuk membuatku senyaman mungkin..

tangan ku tak pernah dilepasnya, selain untuk menyapu wajahnya yg berkeringat.
wajahnya tak pernah berpaling dariku, hanya untuk memastikan bahwa keadaan ku baik2 saja,
matanya tak pernah terpejam, hanya untuk berjaga-jaga dengan keadaan kami..
tangan ku tak pernah dilepasnya,

ketakutanku pun tidak terputus pada masalah kendaraan saja.
soal perut, dy tidak mengenal kata "warteg" dan akupun khawatir dengan keadaan itu.
tp dy justru bertanya "dimana biasanya aku makan".
hal itu sangat mengejutkanku, karena keadaan yg sebaliknya lah yg biasanya aku pilih untuk diriku.

kami pun melewati hari itu penuh dengan kesederhanaan, berbanding terbalik dengan yg selalu dy pilih. hanya satu kekecewaan yg dy tunjukan pada hari itu, dy sangat kecewa dengan penginapan yg kami pilih untuknya. karena ku pikir dy akan tetap menjalani hari itu dengan "cara" ku. tp diriku tidak mempertanyakan pengecualian yg dy tetapkan untuk urusan penginapan. soal penginapan itu membuatku semakin merasa berdosa terhadapnya.

setelah kami mendapatkan penginapan yg menurutnya kurang layak itu, aku pun beristirahat sebentar dikamarnya sebelum ku kembali ke rumah.
rumah orang tuaku..
setelah sekitar 15 menit, dan waktu pun menunjukkan pukul 5.00 sore, aku beranjak dari tempat ku duduk td.
tp dy menarik tanganku, menarik badanku kedalam pelukannya lebih tepatnya.
waktu terasa terus melambat saat dy mendaratkan ciumannya, ciuman hangatnya dibibirku.
dan dy berkata
"terima kasih untuk menemaniku mendapatkan pengalaman hari ini,,
semoga hari ini tidak cepat berlalu"
dan dy pun menciumku lg..
lebih dari rasa bahagia yg ku rasakan saat itu, tp entah ap, hingga saat ini pun ku masih tidak mengetahui apa sebutan yg paling pantas untuk "rasa" itu.

lamunan di bis damri yg hanya terjadi kurang dari 10 menit, berkembang menjadi 3jam perjalanan Jakarta-Bandung, dan akhirnya terus berkembang mengulang peristiwa yg terjadi di hari itu.
sabtu, 15 Agustus 2009

tp kini tanggal 15 agustus 2009, hanya bisa ku kenang dalam lamunan.

berharap dy akan kembali padaku lg..
dengan segala kesederhanaan yg kami jalani hari itu..
dengan kebahagiaan yg ku alami saat itu..
dengan dirinya yg bisa ku peluk seutuhnya..

Selasa, 03 November 2009

perjuangan

judulnya terlalu aneh untuk curcol kali ini..
tp memang "perjuangan" lah yg ku perlukan
untuk melewati semuanya.
untuk sedikit-demi sedikit menghapusnya dari ingatanku.
untuk bisa berjuang kembali.
haha

hampir satu bulan setelah perpisahan di lift itu terjadi...
lebih tepatnya satu bulan kurang 2hari.
setelah pelukan hangat yg terakhir kudapat.
setelah kata "SMANGAT" terakhir yg dy ucap.

semua masih terlalu berat untuk dijalankan, tp apa daya, mau tidak mau hal tersebut memang harus dihadapi dan dijalani.
banyak fakta dan bukti yg mengarahkan bahwa
dy telah berpaling..
berpaling pada teman ku sendiri..
sakit, itulah yg kurasa.. tp bagai manapun, aku tak punya hak apa2 untuk mempertanyakan segalanya.. karna ku bukan apa2 baginya..

akhir2 ini, banyak hal yg menyadarkan ku tentang hubungan kami yg tidak jelas itu..
kami terlalu banyak "bermain2"..
apalagi jika ku sadar bahwa iya tidak pernah mengungkapkan perasaan yg dy miliki terhadapku. ternyata dy hanya menyukaiku, bukan menyayangiku..
salah memang jika yg kurasakan justru sebaliknya, diriku tak hanya menyukainya, tp diriku sudah menyayanginya..